Search

Sabtu, 06 Desember 2014

EVERYONE IS HERO





Soekarno mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Sebagai bagian dari bangsa yang besar, tentu kita wajib untuk mengingat jasa para pahlawan. Tidak hanya sebatas pada pahlawan kemerdakaan yang telah mati-matian mencapai kemerdekaan dan menegakkan NKRI. Lebih dari itu, kita harus menghagai jasa para pahlawan yang saat ini dekat dengan lingkungan sehari-hari kita. disadari atau tidak, semua orang adalah pahlawan bagi orang lain.
Pahlawan pertama dan utama ialah kedua orang tua. Tidakkah bisa disebut pahlawan saat ibu merelakan dirinya berada di ambang hidup dan mati saat melahirkan kita? tidakkah bisa disebut pahlawan saat ayah berjuang mati-matian agar anaknya dapat makan dengan baik, menggunakan pakaian yang layak atau sekedar mempunyai tempat tinggal yang nyaman? Kedua orang tua kita adalah benar-benar pahlawan sejati. Mereka kerap mengabaikan dirinya dan lebih mengutamakan kepentingan anaknya di atas segala-galanya. Terimakasih ibu, terima kasih ayah.
 Kakak dan adik kita juga merupakan pahlawan yang hebat. Kakak yang selalu rela mengalah memberikan barang-barang miliknya bila kita menginginkannya. Adik yang tidak selalu dengan sabar menuruti segala perintah meski kadang kita hanya bermaksud mengerjainya. Ya, dengan saudara-saudara itu kita kerap berkelahi, beradu mulut atau sekedar memperebutkan hal-hal yang tidak penting. Tapi yang perlu kita ingat, seburuk apapun perlakuan kita padanya, mereka tidak pernah menaruh dendam bahkan mereka tidak membiarkan kita terlihat buruk di mata orang lain.
Nenekku pahlawanku? Ya, sepertinya itu adalah sebuah lagu yang tepat mengungangkapkan bahwa pahlawan itu bisa siapa saja, termasuk mereka, sang pemilik tubuh renta. Nenek dan kakek kita adalah pahlawan bagi hidup kita. Berkat tangan mereka lah kita bisa orangtua yang luar biasa hebat, orang tua yang begitu pintar, bijaksana dan hebat. Nenek dan kakek kita selalu memanjakan diri kita tanpa pernah peduli sudah berapa usia kita. Memang kadang terlihat menyebalkan karena mereka selalu menganggap kita kanak-kanak. Tetapi, jujurlah pada diri sendiri, bukankah kita kerap merindukan moment tersebut?
Pahlawan selanjutnya yang luar biasa ialah sahabat-sahabat kita. Telinga mereka tidak pernah lelah mendengarkan celotehan dan cerita-cerita kita yang bahkan tidak penting sama sekali. Mereka yang selalu sedia berbagi rasa, cerita, suka, duka serta rahasia dengan kita. Pernahkah kita berpikir bahwa akan begitu suramnya kehidupan kita di sekolah tanpa kehadiran sahabat-sahabat yang luar biasa seperti sahabat yang kita punya selama ini? oh sobat, terimakasih banyak telah membuat hari demi hari ini kian menarik.
Pahlawan tanpa tanda jasa. Kalimat klise namun tetap penuh dengan makna. Ya, guru adalah pahlawan super selanjutnya. Sulit rasanya sukses tanpa didikan dan ajaran dari guru. Mereka yang sudah dengan sabar mengajarkan kita banyak hal, ilmu pengetahuan, nilai kehidupan, serta bekal akhirat, segalanya dengan ikhlas guru berikan kepada kita. Tidak peduli seberapa bodoh kita, tidak peduli seberapa nakal kita, tidak peduli apakah hari ini kita menyebalkan baginya, dia akan tetap mengajarkan kita esok hari, lusa, hingga saat kita siap untuk dilepas di kehidupan yang sesungguhnya. Terimakasih banyak bapak ibu guru, bapak ibu dosen, terimakasih untuk seluruh pendidik di negeri ini.
Dan kini, aku memiliki pahlawan baru. Mereka adalah murid-murid kesayanganku. Mereka lah yang telah membuat ilmu yang kudapat selama ini setidaknya bermanfaat bagi orang lain. Karena merekalah yang telah membuat aku tidak berhenti belajar, mereka yang telah membuatku untuk tidak melupakan pelajaran-pelajaranku, mereka yang selalu menggemaskan dan kini membuat hariku lebih berwarna. Terimakasih adik-adik, telah mengizinkanku berbagi denganmu.
Itulah deskripsi pahlawan superku, mereka adalah pahlawan-pahlawan terdekatku. Bagiku, semua orang dalam hidup ini adalah pahlawan atau setidaknya pernah menjadi pahlawan karena pernah bermanfaat bagiku. Supir angkot yang telah memudahkanku mencapai tempat tujuan, penjual nasi uduk yang telah menyediakan sarapan bila aku tak sempat membuat sendiri sarapanku, tukang es kelapa muda yang mampu melepas dahaga ketika matahari sedang begitu terangnya bersinar, tukang sayur yang sudah menyuplai kebutuhan panganku, followers yang kerap memberikan komentar atau berbagi “like” di setiap postingan-ku, juga kepada orang-orang yang tidak suka denganku, bagaimanapun kalian juga adalah pahlawanku, karena kalian telah berjasa membuatku untuk terus lebih baik. Thanks everybody, you are my heroes. Everyone is hero!

Jumat, 05 Desember 2014

KONDISI GEOGRAFIS DAN SOSIAL BUDAYA DESA ISLAM PEGAYAMAN BALI

A.    Kondisi Geografis Desa Pegayaman
Pegayaman adalah desa di kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Indonesia. Buleleng sendiri memeliki luas 1.365.88 km2 dan secara geografis berada di 08º03'40" - 08º23'00" Lintang Selatan dan 115º25'55" - 115º27'28" Bujur Timur.[1] Pegayaman terhampar di lereng Bukit Gigit, satu di antara jajaran perbukitan yang memagari Bali Utara dengan daerah bagian selatan. Wilayah desa Pegayaman ini memiliki luas sekitar 1.584 hektare. Jaraknya hanya 12 kilometer di sebelah selatan Kota Singaraja dan sekitar 65 kilometer dari arah Denpasar. Dulunya, memang, Pegayaman merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Buleleng yang berhutan lebat.
Ada beberapa versi kenapa desa itu disebut Pegayaman. Satu versi menyebutkan, konon, dulu di daerah itu disebut Alas Pegatepan karena banyak ditumbuhi pohon gatep. Gatep di Jawa biasa disebut buah gayam. Maka warga itu lantas menyebutnya Desa Pegayaman.[2] Versi lain, menurut Ketut Raji Jayadi, nama Pegayaman dikaitkan dengan nama keris Pakubuwono yang saat itu berkuasa di Kerajaan Mataram. Saat menjadi raja, Pakubuwono memiliki pusaka yang bernama Keris Gayam.[3]
Dalam sistem pengaturan desa, Pegayaman menerapkan sistem banjar dengan membagi desa menjadi lima banjar, yaitu Dauh Margi (Barat Jalan), Dangin Margi (Timur Jalan), Kubu Lebah, Kubu, dan Amertasari. Pertanian di daerah Pegayaman mengandalkan sistem subak yang bersumber dari satu bendungan bersama, yaitu Bendungan Yeh Buus.[4]
Berikut ini adalah profil desa Pegayaman:[5]
Nama Desa: Desa Pegayaman, Kec Sukasada, Kabupaten Buleleng
Visi dan Misi:
-          Visi: ngiring mekarya , ampunang akeh wicara.
-          Misi: mari membangun desa untuk lebih maju
Luas wilayah desa: 1584 Ha.
Letak dan batas-batas desa:
-          Sebelah Utara : Desa Pegadungan
-          Sebelah Selatan : Desa Pancasari
-          Sebelah Barat : Desa Gitgit
-          Sebelah Timur : Desa Silangjana
Jumlah Banjar Dinas Dan Nama-Nama Banjar Dinas:
-          Desa Pegayaman terdiri dari 5 Banjar Dinas :
Banjar Dinas Barat Jalan
Banjar Dinas Timur Jalan
Banjar Dinas Kubu
Banjar Dinas Amerta Sari
Banjar Dinas Kubu Lebah
-          Organisasi Desa Seperti Subak Dan Truna Truni
-          Desa Pegayaman memiliki 2 Subak :
Subak Sawah
Subak Abian
Sarana Pendidikan:
-          Jumlah TK/RA : 2 Unit yaitu TK Maulana Pegayaman dan RA Al ImanPegayaman
-          Jumlah SD : 4 unit yaitu
SD No 1 Pegayaman
SD No 2 Pegayaman
SD No 3 Pegayaman
MI Miftahul Ulum Pegayaman
-          Jumlah SMP/MTs : 2 unit yaitu
SMP Maulana Pegayaman
MTs Salafiah Al Iman Pegayaman
-          Jumlan SMA/ MA : 1 Unit yaitu MA.17 Juli Pegayaman
Potensi Desa Yang Dikembangkan:
Pertanian
Peternakan

B.       Kondisi Sosial Budaya Desa Pegayaman
Tidak seperti desa di Bali pada umumnya, desa Pegayaman ini memiliki keunikan. Keunikan tersebut alah, desa Pegayaman dihuni oleh masyarakat yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam, sedangkan Bali sendiri dikenal dengan provinsi yangmana agama hindu merupaka agama dominan. Namun, meski 90 persen penduduknya beragama Islam, Desa Pegayaman punya ciri khas yang membedakannya dengan umat muslim di tempat lain. menurut Ketut Raji Jayadi selaku tokoh masyarakat disana menyebutkan, warga muslim Pegayaman dalam pergaulannya tetap memakai unggah-ungguh bahasa Bali.[6] Mereka biasa memakai bahasa Bali halus. Atau dalam istilah Raji, warganya biasa berbicara matiang nika.
Untuk urusan hari raya Islam, warga Pegayaman juga tak bisa lepas dari budaya Bali. Tahapan-tahapan hari rayanya sama seperti yang dilakoni masyarakat Bali lainnya. Ada hari pengejukan dan penampahan sebelum hari raya. Sehari setelah hari raya disebut hari umanis. Dalam perayaan hari raya, semacam Idul Fitri dan lain-laiannya, warga juga menyiapkan kue-kue khas Bali, seperti jaja uli dan tape, seperti yang ada dalam perayaan hari raya Galungan bagi umat Hindu. [7]
Dari segi nama, menurut Raji, warga Pegayaman juga mengikuti urutan khas nama-nama Bali. Untuk anak pertama mereka membubuhkan nama Wayan, untuk anak kedua disebut Nengah, ketiga Nyoman dan keempat Ketut. Untuk anak kelima dan seterusnya tetap mamakai nama Ketut, bukan Wayan (Balik) sebagaimana nama orang Bali lainnya.
Akulturasi budaya Bali, agama Hindu, dan agama Islam terlihat di desa ini pada beberapa hal, contohnya seni burde (burdah) dan sokok base (daun sirih). Seni burde adalah perpaduan lantunan sholawat,seni tabuh dan gerak tari Pegayaman yang nada lagu dan tariannya mirip dengan seni tradisional Bali. Sementara sokok base adalah rangkaian daun sirih, kembang, buah, dan telur, pada batang pisang yang mirip dengan pejegan, sarana upacara di pura bagi masyarakat Hindu.  
Dalam masalah perkawinan, sepertinya ada kesepakatan tak tertulis di antara penduduk muslim dan Hindu di Pegayaman.  Bila pihak pria beragama Islam, istrinya mengikuti agama suaminya. Begitu pula seBaliknya. Perkawinan di Bali memang menganut sistem patrilinial. Proses ke jenjang perkawinan di Pegayaman berbeda dengan masyarakat desa sekitar. Bila seorang pemuda bertandang ke rumah gadis, mereka tak boleh bertemu langsung face to face. Sang cewek tetap berada di dalam kamar, sedangkan si pria di luar. Keduanya ngobrol lewat sela-sela daun pintu atau jendela yang tetap tertutup. Selain itu, Desa Pegayaman  ada semacam tradisi masyarakat  setempat yang  menunjukkan adanya toleransi  yang kuat dalam masayarakat Bali,  yang disebut Male.[8]
Di desa Pegayaman, umat Hindu dan Muslim tetap hidup berdampingan secara harmonis. Setiap perayaan-perayaan besar keagamaan, mereka saling menghormati dan memberikan ucapan selamat satu sama lain. mereka juga kerap bertukar makanan saat Lebaran, seperti buah-buahan dan roti. Tradisi pertukaran makanan seperti ini disebut sebagai ngejot. Dalam sistem penamaan di desa ini, nama warga kerap merupakan perpaduan unsur Bali, Arab, dan terkadang Jawa.




[1] Luas Wilayah dan Letak Geografis Pulau Bali dan Kabupaten/Kota Tahun 2012 diakses melalui situs http://bali.bps.go.id/tabel_detail.php?ed=601001&od=1&id=1 pada 06 November 2013.
[2] Adnyana Ole, 2002, Desa Pegayaman... Pemukiman ''Nyama Slam'' Asli Bali diakses melalui http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2002/11/30/b1.htm pada 06 November 2013.
[3] Ibid.
[4] Pegayaman, Sukasada, Buleleng, diakses melalui situs http://id.wikipedia.org/wiki/Pegayaman,_Sukasada,_Buleleng pada 30 Oktober 2013.
[5] http://desapegayaman.blogspot.com/p/lembaga_03.html
[6] Adnyana  Ole, ibid.
[8] Male adalah bentuk ritual ketika masyarakat muslim Bali memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

TIPS MERIAH TRAVELLING MURAH

Hobi travelling? Hobi menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan ke luar kota atau ke luar Negeri? Kalau iya, harus simak nih tips diskon berikut ini. Dijamin travelling kamu bakal seru. Tidakk hanya seru, yang paling penting bisa press budget karena semuanya “full of discount”. So, lets plan your happy holiday!
Buat kamu yang udah sering travelling ke luar kota atau luar Negeri, pasti sering mengandalkan travel agent untuk mengurus semua keperluan kamu. Bagi para pecinta diskon, sekali-kali coba urus keperluan travelling kamu sendiri. Dijamin jauh lebih murah daripada di travel agent. Repot? Siapa bilang... Hanya bermodalkan gadget plus akses internet, kamu bisa ngurus semuanya dengan cepat, tanpa ribet. Ikutin aja langkah-langkahnya berikut ini.

Pertama, coba kamu cari situs-situs penyedia informasi diskon atau situs yang menyediakan kupon-kupon diskon menarik. Kedua, pilih destinasi wisata kamu, negara atau kota mana yang akan kamu kunjungi. Ketiga, pilih semua kebutuhan travelling kamu. Mulai dari tiket pesawat, tiket hotel, voucher belanja, voucher makan dan lainnya. Ga perlu khawatir akan harga yang mahal, semuanya bisa kamu dapatkan bahkan dengan diskon yang gila-gilaan selama kamu cermat dan giat memburu diskon. Keempat, bila ternyata di destinasi yang kamu inginkan sedang sepi dari kupon diskon, don’t be  sad, don’t give up, cari aja alternatif kota wisata lain yang saat itu lagi banjir diskon, ga ada salahnya kan? And finally.. enjoy your holiday! J

TV HOME SHOPPING: BELANJA MUDAH, JANGAN SAMPAI BIKIN SUSAH

Banyak kebutuhan tapi ga sempet belanja? Ingin beli ini itu tapi ga punya banyak waktu? Rasanya di zaman sekarang kendala waktu dan ruang yang terbatas bukan lagi jadi hambatan kita untuk berbelanja. Dewasa ini, aktivitas berbelanja kita semakin dimudahkan dengan meruaknya fenomena TV Home shopping. Buat para pecinta belanja dan diskon pasti tau dong sama TV home shopping ini? Yups, TV Home shopping ini adalah program televisi yang menampilkan iklan berbagai produk mulai dari fashion, peralatan rumah tangga, alat kecantikan dan lain-lain. Bukan hanya sekedar menampilkan semua produk itu untuk pemirsa, tetapi pemirsa juga bisa belanja semua produk tersebut hanya dengan menelpon ke call center yang tertera di layar kaca.
Tidak perlu repot-repot pergi ke pusat perbelanjaan dan menghabiskan waktu untuk mencari barang yang diperlukan. Kini, hanya dengan menelpon saja produk yang kita inginkan bisa tiba di rumah kita. Keuntungan lainnya bila kita belanja di TV Home Shopping ini, kita bisa memilih cara pembayaran apakah cash atau kredit. Dan yang paling membuat mata membelalak adalah tidak lain dan tidak bukan, diskon yang ditawarkan oleh TV Home Shopping. TV home shopping ini kerap memberikan diskon ataupun penawaran menarik seperti hadiah langsung, dan biasanya hanya diberikan pada saat tertentu atau ketika iklan tersebut ditampilkan saja. Jadi, susah yah dear ditolaknya.. pasti yang dipikirin adalah “kalau bukan sekarang, kapan lagi dapet diskon kaya gitu, so.. grab it now!”

Memang sih.. berbelanja di TV Home Shopping itu mudah dan menyenangkan. Tapi, jangan semudah itu juga lho dear belanja di TV Home Shopping. Kita harus tetap bijak dan selektif dalam memilih barang belanjaan. Jangan karena tergiur diskon yang hanya diberikan sewaktu-waktu, kita jadi kalap beli semua barang-barang yang sebenarnya ga penting-penting banget tuh. Bukannya irit, yang ada malah melilit. Kita harus cermat dalam memilih produk dan cara pembayaran. Ga mau dong kalo nanti tiba-tiba jadi kesusahan sendiri gara-gara harus membayar atau menyicil seabrek-abrek produk yang  kita beli padahal produk itu useless dan cuma bikin penuh rumah doang. So, belanja lewat TV Home Shopping sih boleh-boleh aja. Tapi, jangan sampe kemudahan yang ditawarkan malah bikin kita susah ke depannya ya dear.. Happy Shopping.. :)