Menengok
sekilas, apa yang telah terjadi di bumi pertiwi kita ini, nampaknya sudah
merona antara batas hati dan nilai kemanusiaan, sejak lahirnya idealisme yang
telah jauh mengutuk segala hak manusia, yang diiringi dengan lahirnya
modernisasi yang bernafaskan kapitalisme, yang beranak pinakkan kekuasaan para
kaisar – kaisar Pemimpin (ulil amri) dan pengusaha yang enggan berbagi
kebahagian dalam wujud kesejahteraan.
Seiring
tuntutan kehidupan, maka semakin dalam jejak tapak tilas sang penganut
kapitalis, yang sudah mendarah daging dalam aliran denyut nadinya berupa kata
simbolis yang telah mendoktrin nalar pikiran hati mereka, ketika mereka para
rakyat berkata “Besok saya makan apa ya?” , maka sang kaisar para penghuni gedung
– gedung pencakar langit tersebut berkata, “Besok siapa yang akan aku makan?”
Tingginya
intelektual yang berbanding lurus dengan nilai kemanusiaan, nampaknya telah
menjadi kabilah – kabilah pada keidupannya sendiri, merasa berat untuk mengakui
bahwa dirinya makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain tanpa
memandang jabatan, takhta, gender, suku, warna kulit, hingga kepercayaan
agamanya.
Ironi,..!!!
Tak
sadar dalam benak nalar, gambaran betapa krisis akhlak dan moral yang sedang
melanda negeri Ibu Pertiwi kita ini….
Jauh
mereka lupa dengan ikrarnya, berupa amanah yang menjadi pekerjaan haq nya,
bukan berupaya untuk mengisi segala kesempatan yang sesuai dengan kadar
jabatannya,, senyaman itukah kursi yang mereka hinggapi, sehingga mereka larut
terpedaya dengan janji-Nya, bahwa seberapapun isi bumi tidak akan dapat menukar
kenikmatan yang telah Ia janjikan, yang telah dikemas dibalik kehidupan setelah
kematian yang akan pasti menjemputnya
secara perlahan.
Teringat
sebuah kata yang cukup menggugah hati dari kalangan salah satu perawi yang
terkenal,, “Sesungguhnya segala isi bumi ini lebih dari cukup untuk memenuhi
kebutuhan semua manusia di muka bumi, namun akan terasa tidak apabila lahir
rasa keserakahan pada setiap
manusia.” , jauh sang perawi sudah memberikan sinyal betapa kelabunya negeri
ini bahkan bumi ini apabila penyakit hati (Serakah) telah menempati ruang
kosong yang ada di kalbu setiap insan, sehingga kemegahan bumi ini tak lagi
begitu nampak dimata para sang pemelihara penyakit hati tersebut,…
Ironi,,
Lagi dan lagi Ironi…!!!
Donny
Irawan Hasibuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar