Search

Minggu, 20 Mei 2012

IRONI KAPITALISME


Menengok sekilas, apa yang telah terjadi di bumi pertiwi kita ini, nampaknya sudah merona antara batas hati dan nilai kemanusiaan, sejak lahirnya idealisme yang telah jauh mengutuk segala hak manusia, yang diiringi dengan lahirnya modernisasi yang bernafaskan kapitalisme, yang beranak pinakkan kekuasaan para kaisar – kaisar Pemimpin (ulil amri) dan pengusaha yang enggan berbagi kebahagian dalam wujud kesejahteraan.
Seiring tuntutan kehidupan, maka semakin dalam jejak tapak tilas sang penganut kapitalis, yang sudah mendarah daging dalam aliran denyut nadinya berupa kata simbolis yang telah mendoktrin nalar pikiran hati mereka, ketika mereka para rakyat berkata “Besok saya makan apa ya?” , maka sang kaisar para penghuni gedung – gedung pencakar langit tersebut berkata, “Besok siapa yang akan aku makan?”
Tingginya intelektual yang berbanding lurus dengan nilai kemanusiaan, nampaknya telah menjadi kabilah – kabilah pada keidupannya sendiri, merasa berat untuk mengakui bahwa dirinya makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain tanpa memandang jabatan, takhta, gender, suku, warna kulit, hingga kepercayaan agamanya.
Ironi,..!!!
Tak sadar dalam benak nalar, gambaran betapa krisis akhlak dan moral yang sedang melanda negeri Ibu Pertiwi kita ini….
Jauh mereka lupa dengan ikrarnya, berupa amanah yang menjadi pekerjaan haq nya, bukan berupaya untuk mengisi segala kesempatan yang sesuai dengan kadar jabatannya,, senyaman itukah kursi yang mereka hinggapi, sehingga mereka larut terpedaya dengan janji-Nya, bahwa seberapapun isi bumi tidak akan dapat menukar kenikmatan yang telah Ia janjikan, yang telah dikemas dibalik kehidupan setelah kematian yang akan pasti  menjemputnya secara perlahan.
Teringat sebuah kata yang cukup menggugah hati dari kalangan salah satu perawi yang terkenal,, “Sesungguhnya segala isi bumi ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia di muka bumi, namun akan terasa tidak apabila lahir rasa keserakahan pada setiap manusia.” , jauh sang perawi sudah memberikan sinyal betapa kelabunya negeri ini bahkan bumi ini apabila penyakit hati (Serakah) telah menempati ruang kosong yang ada di kalbu setiap insan, sehingga kemegahan bumi ini tak lagi begitu nampak dimata para sang pemelihara penyakit hati tersebut,…
Ironi,, Lagi dan lagi Ironi…!!!

Donny Irawan Hasibuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar